|
Menu Utama
|
Penyembuhan ala
Melia Nature Indonesia |
|
(1) Melia Propolis
POM: TI 054 616 861 |
|
|
|
(2) Melia Biyang Spray
POM: SI 054 618 411 |
|
|
Links & Online
Alamat
|
 |
|
UANG
PANAS |
 |
|
Tel/Fax: 0251-8634013 |
|
Jl.
Johar I C2/23
Taman Pagelaran
Ciomas - BOGOR
16610 |
 |
|
|
|
|
|
|
|
Efek protektif propolis (PP) pada
hepatotoxicity yang diinduksi oleh
acetaminophen
(AA, Paracetamol) dan mekanisme efek hepatoprotective-nya
sudah diteliti. Dalam kultur hepatocyte tikus, dengan perlakuan
awal dengan PP (1, 10, 100, 200 dan 400 µg/mL selama 24 jam) secara
nyata menurunkan cytotoxicity dari AA (0.5 mm) dengan pola
tergantung dosis. Dengan menggunakan tikus putih, perlakuan awal
Purified Propolis (PP) (10 dan 25 mg/kg, P.O.,
selama 7 hari) juga menurunkan tingkat kematian dan kejadian serta
tingkat keparahan hepatic necrosis yang diinduksi oleh AA (400
mg/kg, i.p.). Setelah perlakuan PP selama 7 hari, aktivitas
enzim-enzim hepatic dari cytochrome P450 monooxygenase
(P450s), UDP-glucuronyltransferase, phenolsulphotransferase
(PST), gluthathion S-transferase (GST) telah diukur pada
tikus dan tikus putih. Pada tikus, PP (50 dan 100 mg/kg, P.O.)
menurunkan aktivitas P4502E1, tetapi secara signifikan menaikan
aktivitas GST dan PST. Sedangkan pada tikus putih yang diberi
perlakuan PP (10 dan 25 mg/kg, P.O.), aktivitas P4501A2, 2B1, 3A4 dan
2E1 secara dramatis terhambat dan aktivitas PST sangat signifikan
meningkat. Berdasarkan hasil penelitian ini, PP diduga memiliki efek
protektif pada kerusakan hati (melindungi hati dari kerusakan akibat
keracunan obat) dan efek tersebut dapat dijelaskan dengan penghambatan
enzim-enzim fase I dan menginduksi enzim-enzim fase II (Seo at el.,
2003).
Giurgea et al. (1981) melaporkan
bahwa pemberian ekstrak propolis standard (SPE) 20 mg/100 g b.wt.
secara harian selama 15 hari kepada anak ayam, meningkatkan
protein plasma
total dan kandungan
gamma-globulin.
Para peneliti ini menduga
bahwa propolis juga
memiliki efek anabolic dan menstimulasi proses immunologis. Mereka
juga melaporkan bahwa perlakuan harian 20 mg ekstrak propolis standard
kepada anak ayam selama 15 hari mengubah konsentrasi kolesterol,
transaminase
(ALT & AST), protein total dan asam amino dalam darah.
Propolis juga menstimulasi sistem kekebalan
(immune system).
Pada studi yang lain (Giurgea et al., 1982) para peneliti
melaporkan bahwa ayam yang diberi makanan mengandung propolis
menunjukkan peningkatan signifikan dalam protein serum total dan
sedikit mereduksi kandungan glycogen.
Interaksi antara propolis murni
secara in vitro dengan serum albumin atau protein serum manusia
menyebabkan perubahan konformasional dalam protein dan peningkatan
aktivitas
ceruloplasmin (Olinescu et al., 1982).
Giurgea et al. (1984)
menemukan bahwa ransum
harian yang mengandung
ekstrak propolis kepada
ayam menyebabkan peningkatan yang nyata dalam
myofibril,
fraksi protein dan protein otot total dibandingkan dengan kontrol (tanpa
ransum propolis). Mereka juga menyatakan bahwa ekstrak propolis
mempengaruhi kandungan cholesterol, aktivitas transaminase,
protein total, gamma globulin dan asam amino bebas. Mereka
menemukan peningkatan dalam gamma globulin dan protein dan
menduga propolis memiliki efek anabolik, dan bahwa propolis
menstimulasi tanggap immunitas tubuh. Propolis Cina diketemukan
memiliki kandungan bahan antioksidatif yang sangat kuat dan
diidentifikasi sebagai benzyl caffeate (Yamauchi et al.,
1992). Krol et al. (1990) menduga bahwa kapasitas oksidatif
propolis merupakan khasiat dari tingginya kandungan flavonoid.
Perlakuan propolis Mesir dan
propolis Bulgaria memiliki efek umum yang lemah terhadap parameter-parameter
harapan pada tikus normal dan bukan merupakan zat beracun. Kedua jenis
propolis menunjukkan efek anabolik untuk sisntesis protein oleh
sel-sel hati. Namun demikian, aktivitas ALT dan AST kembali ke taraf
normal (kontrol) setelah pemberian propolis kepada tikus-tikus yang
terinfeksi S. aureus dan E. coli. Propolis bertendensi
menormalkan lemak total serum pada tikus terinfeksi (Hegazi et al.,
1997). Ektrak Propolis Aqueous (APE) telah dibuktikan dapat melindungi
hati tikus dari kerusakan akibat
carbon
tetrachloride (CC14). APE menunjukkan daya protektifnya dengan
adanya penurunan dalam kebocoran enzim
cytosolic,
kandungan
lactate dehydrogenase (LDH), penurunan kandungan generasi
lipid peroxidase dan pemeliharaan glutathione seluler tereduksi (GSH)
seluler (El-Khatib, et al., 2002). Aktifitas antioksidatif
tehctochrysin,
senyawa utama dalam propolis,
telah diteliti. Techtochrysin menunjukkan penurunan signifikan
dari aktivitas serum transaminase yang meningkat karena kerusakan hati
akibat keracunan CC14 pada tikus. Tectochrysin meningkatkan
aktivitas enzim-enzim antioksidan seperti hepatic cytosolic
superoxide dismutase, catalase dan glutathione peroxidase
dari tikus-tikus yang diberi perlakuan racun CC14 sejalan dengan
penurunan secara signifikan dari produksi MDA (Lee et al.,
2003). Ekstrak propolis juga diketemukan memiliki efek protektif
terhadap kerusakan hati karena alkohol dengan melindungi peninkatan
enzim-enzim cytochrome P-450 total, NADPH-ependent cytochrome C
reductase, anilina hidroxylation, 7-ethoxyresorufinhydroxylation
(7-ERH), 7-penthoxyresorufin hydroxylation (7-PRH), dan lipid
peroxidation (Lin et al., 1999).
Fraksionasi dan analisis kimia menghasilkan isolasi
empat turunan
dicaffeoyl quinic acid dari propolis. Struktur
dari isolat-isolat sudah dideterminasi sebagai (1) methyl 3,4-di-O-caffeoyl
quinate, (2) 3,4-di-O-caffeoyl quinic acid, (3) methyl
4,5-di-O-caffeoyl quinate, dan (4) 3,5-di-O-caffeoyl quinic
acid dengan metode spektroskopi. Senyawa-senyawa ini sangat
berpotensi menjadi bahan hepatoprotective dibandingkan dengan
glycyrrhizin pada konsentrasi 10 µg dan senyawa (1) sangat
potensial diantara 4 senyawa dalam kultur hepatocytes. Quinic
acid (5) sendiri tidak menunjukkan efek hepatoprotective dalam kultur
hepatocytes tikus melawan CC14-toxicity. Namun,
chlorogenic
acid (6) atau
caffeic acid sendiri telah terbukti memiliki
daya proteksi yang lebih rendah dibanding turunan-turunan
dicaffeoyl quinic acid (Basnet et al., 1996)
Baru
dari Warung Biyang Propolis.
PASSIVE INCOME
NYATA
dari dunia MLM -
Mari BERGABUNG |
|
|
| sebelumnya |
index produk
| selanjutnya| |
|