Kunjungan ke:

Kunjungan

 

Aktivitas sebagai Anti Tumor (Tumorisida)


Menu Utama

Penyembuhan ala Melia Nature Indonesia

(1) Melia Propolis
POM: TI 054 616 861

            


"Natures Miracle Antibiotic"

------------------------
PROPOLIS adalah resin (damar) lengket dari tubuh lebah yang dikumpulkan dari              kulit batang dan pucuk-pucuk muda tumbuh-tumbuhan. Propolis digunakan lebah              untuk melindungi sarangnya dari kontaminasi virus, bakteri dan jamur. Suatu              penelitian menyimpulkan bahwa berkat propolis sarang lebah menjadi tempat              paling steril di dunia, lebih steril dibanding kamar bedah di rumah sakit              modern.

Penelitian di Bulgarian Academy of Sciences (1999) menyimpulkan bahwa propolis              dari berbagai belahan dunia memiliki khasiat yang serupa sebagai anti virus,              anti bakteri dan anti jamur, sehingga diduga dapat digunakan untuk mencegah              dan membantu penyembuhan flu burung dan Demam Berdarah Dengue. Salah satu penelitian doktoral              di Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian              Bogor (2008) menyimpulkan bahwa kekuatan antioksidan Propolis sebesar 750 kali Vitamin C.

------------------------

SURAT AN NAHL ayat 69 :              Kemudian makanlah bermacam-macam buah-buahan, maka              laluilah jalan-jalan Tuhanmu dengan patuh.”  Keluarlah dari perut (lebah itu)              syaraabun (cairan penyegar -    beverages)     yang bermacam-macam              warnanya; di dalamnya terdapat    obat yang    menyembuhkan bagi manusia.              Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi              orang-orang yang memikirkan (an-Nahl ayat 69)
[beverages = syaraabun;              honey = ‘asalun (Arabic – English; English – Arabic Dictionary)]

------------------------

Kegunaan Melia Propolis:

Suplemen kesehatan:
Propolis sebagai  suplemen makanan kesehatan mengandung:

Semua jenis vitamin, kecuali vitamin K

Semua mineral kecuali sulfur
16 macam rantai asam amino esensial bagi manusia

Bioflavonoid (zat anti oksidan alami yang sangat kuat)

Penyembuhan:
Secara garis besar fungsi propolis sebagai penyem-buh dan pencegah              berbagai penyakit adalah sebagai berikut:

Antimikrobia (Anti virus, anti bakteri dan anti jamur): influenza,              demam berdarah, polio, diare, thypus, keputihan, eksim, panu, kadas,              kurap, dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri              atau jamur.

Anti-inflammatory dan anti-ulcers (Anti peradangan): maag,              radang usus, radang tenggorokan, pegal-pegal, rheumatik, gangguan              ginjal, wasir, sakit gigi dan lain-lain peradangan dan luka.

Anti Alergi: asthma dan berbagai penyakit alergi lainnya.

Anti-oksidan (Anti Kanker; tumorisida) : kanker, tumor, keloid,              kista, mium dan lain-lain penyakit akibat gangguan sel.

Penyembuh Penyakit degenerasi: Penyakit yang              disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah dan gangguan sistem              kelenjar: asam urat, kolesterol, trigliserin, diabetes, stroke,              jantung, ginjal, liver dan berbagai penyakit yang terkait dengan              sistem pembuluh dan kelenjar.

Pengatur sistem kekebalan: immunomodulatory, immunosuppressant,              immunostimulant

Khasiat Khusus (harapan):
mencegah flu burung, flu babi, virus HiV,              bahan pembantu terapi pasca chemotherapy atau langsung sebagai              bahan chemotherapy yang aman (efek samping minimal atau tidak ada) dan              murah untuk terapi berbagai macam kanker. Sebagai tumorisida alami              yang multi-dimensi. Sebagai SINGLE MEDICINE alami dengan efek samping minimal(tidak ada)             

Kemasan PROPOLIS dalam botol 6 ml. Harga paket pertama Rp 580,000, paket berikutnya              Rp 550,000 per paket (7 botol). Satu botol untuk 12 ~ 20 hari pemakaian.

Beli Sekarang? Silakan klik:
http://www.kdpbiz.com/?page_id=217
untuk unduh formulir pendaftarannya              -----------------------

(2) Melia Biyang Spray
POM: SI 054 618 411

                                      
                          
"Adorable                               for everyone"
-----------------------                          
DALAM tubuh manusia terdapat hormon induk yang mengatur berbagai                             kelenjar untuk memproduksi berbagai jenis hormon secara seimbang.                             Hormon induk itu adalah Hormon Pertumbuhan Manusia atau   Human                             Growth Hormone disingkat  HGH yang diproduksi oleh kelenjar                             pituitary.  Kelenjar ini terletak di antara otak                             besar dan otak kecil, di bawah kelenjar  hypothalamus.                             Fungsi utama HGH adalah mengatur produksi dua kelompok                             hormon penting: 1)   Insulinlike Growth Factors  (IGF)                             yang mengatur kinerja sel-sel tubuh manusia dan                             2)   Sexual Hormones (SH)    yang mengatur kerja s                             emua organ-organ tubuh..
------------------------                          
                          
------------------------
Kinerja kelenjar  pituitary semakin menurun dengan bertambahnya                           usia. Produksi HGH pada usia 60 tahun hanya tinggal 25% dari produksi                            HGH pada usia 21 tahun. Selain usia, kondisi lingkungan dan gaya                            hidup yang tidak sehat sangat mempercepat mundurnya kinerja                            kelenjar  pituitary. Akibatnya tubuh semakin peka terhadap                            berbagai penyakit, atau menderita beberapa macam penyakit                            degeneratif akibat kelebihan atau kekurangan zat makanan                            karena sistem metabolisme tubuh yang tidak optimal.
Beberapa penyakit yang mengikuti usia antara lain: asam urat                            tinggi, kelebihan kolesterol, trigliserin tinggi, tekanan darah                            tinggi, gangguan jantung, dan stroke. Kekurangan HGH menimbulkan                            gejala penuaan dini seperti munculnya uban, kulit keriput, mudah                            lupa, vitalitas menurun dan menderita disfungsi seksual.
Melia Biyang HGH Spray adalah suplemen yang berfungsi sebagai                            perangsang kerja kelenjar pituitary untuk kembali memproduksi                            HGH lebih banyak. Menurut riset yang dilakukan oleh Dr Daniel                            Rudman (Presiden Asosiasi Anti Aging USA), pemakaian rutin                            Melia Biyang selama 6 bulan dapat mengembalikan fungsi                            organ-organ dan sel tubuh manusia ke kondisi 10 – 20 tahun                            lebih muda.
------------------------                          
G
Untuk memperoleh informasi selengkapnya tentang pembelian Melia                           Biyang Spray silakan klik link berikut:
http://www.kdpbiz.com/?page_id=217

 

TARIF KIRIM PRODUK
OMSET
MLMOLOGY
Open Plan Presentation (OPP)

 

Links & Online

Website

Weblog

Mail Groups

Online Business

Info Bank

 

Alamat

UANG PANAS
free counters

Tel/Fax: 0251-8634013

Jl. Johar I C2/23
Taman Pagelaran
Ciomas - BOGOR
16610

Click untuk Order Sekarang
 
 

 

 

Artepillin C sudah terekstraksi dari propolis Brasilia. Artepillin C (3,5-diprenyl-4-hydroxycinnamic acid) memiliki bobot molekul 300.40 dan menunjukkan aktivitas antibakteri. Ketika diaplikasikan ke sel-sel tumor malignant dari manusia dan murine secara in vitro dan in vivo, artepillin C menunjukkan efek sitotoksik dan pertumbuhan sel-sel tumor secara nyata terhambat. Artepillin C ini juga terbukti menyebabkan kerusakan yang signifikan terhadap sel tumor solid dan sel-sel leukemis dengan metode MTT assay, DNA synthesis assay dan observasi morfologi in vitro. Ketika sel-sel tumor xenograft manusia ditransplantasikan ke “tikus-telanjang” efek sitotoksik Artepillin C sangat jelas terdeteksi pada carcinoma dan malignant melanoma (tahi lalat, tompel, kutil hitam). Apoptosis, abortive mitosis, dan massive necrosis secara kombinasi teridentifikasi dengan observasi histology setelah injeksi intratumor dengan 500 µg artepillin C tiga kali per minggu. Selain efek penekanan pertumbuhan sel tumor, juga terdeteksi peningkatan rasio SD4/CD8 T-cells, dan jumlah total helper T-cells. Penemuan ini menunjukkan bahwa artepillin C dapat mengaktifkan sistem kekebalan (immune sistem) dan menunjukkan aktivitas anti-tumor (Kimoto et al., 1998).

Dalam percobaan-percobaan dengan renal carcinogen ferric nitrolotriacetate (Fe-NTA) pada tikus jantan ddY, kanker-kanker pulmonary primer juga terinduksi dalam jaringan-jaringan branchiolar dan alveolar. 4-Hydroxy-2-nonenal (4-HNE) dan 8-hydroxy-2’-deoxyguanosine (8-OHdG), produk dari proses-proses oksidatif, meningkat dalam sel-sel branchiolar dan alveolar setelah administrasi Fe-NTA. Senyawa-senyawa ini menghilang setelah pemberian secara oral propolis atau artepillin C, seperti yang ditunjukkan secara histochemic, dan berkorelasi dengan efek antikanker prophylactic dari propolis atau artepillin C.  

Investigasi diatas menunjukkan bahwa proses peroksidasi lemak diduga berperanan penting dalam pulmonary carcinogenesis. Progresi Malignant dari adenoma yang berasal dari tumor-tumor malignant branchiolar dan alveolar sudah menghasilkan satu langkah transformasi yang sangat bermakna. Dalam studi ini, adenoma berkembang menjadi adenocarcinoma dan sel-sel carcinoma besar setelah perlakuan perangsang kanker Fe-NTA. Sebaliknya, setelah perlakuan oral propolis atau artepillin C. adenoma tidak berkembang menjadi carcinoma. Selain perkembangan menjadi sel-sel kanker besar, karena terinduksi oleh Fe-NTA pada tikus pembanding, adenoma juga secara jelas menunjukkan adanya aktivitas proliferasi macrophage dan aktivitas antioksidan lokal setelah perlakuan propolis atau artepillin C. Propolis dan artepillin C, dengan demikian, menunjukkan aktivitas penghambatan peroksidasi lemak dan perkembangan kanker pulmonary (Kimoto, et al., 2001).

Chia-Nana et al (2004) mengisolasi dan mengkarakterisasi dua prenylflavanones, propolin A dan Propolin B dari propolis Taiwan dan mereka melaporkan ketiganya secara nyata menginduksi apoptosis dalam sel-sel melanoma manusia dan aktivitas xanthine oxidase. Selain itu, mereka juga mengisolasi senyama ketiga yang disebut dengan propolin C. Struktur kimiawi propolin C sudah dikarakterisasi dan dibuktikan bahwa senyawa ini identik dengan nymphaenol-A. Namun demikian belum ada laporan tentang aktivitas senyawa ini. Propolin C secara efektif diketemukan efektif menginduksi efek sitotoksik pada sel-sel melanoma manusia. Berdasarkan analisis DNA-flow cytometric terindikasi bahwa propolin C aktif menginduksi apoptosis dalam sel-sel melanoma manusia dan terjadi pengurangan yang jelas dari fase G2/M dari siklus sel-sel melanoma. Tingkat kandungan procaspase-8, Bid, procaspase-3, dan poly (ADP-ribose) polymerase menurun bergantung dengan dosis atau waktu perlakuan. Selanjutnya, propolin C terdeteksi mampu melepaskan cytochrome C dari mitochondria ke cytosol. Penemuan ini menghasilkan dugaan bahwa propolin C mungkin mengaktivasi jalur proses apoptosis yang dimediasi oleh mitochondria. Dengan kata lain, propolin C adalah agen antioksidan potensial dan menunjukkan kemampuan yang kuat menetralisir radikal bebas dan menghambat aktivitas xanthine oxidase. Bazo et al. (2002) menduga bahwa propolis memiliki pengaruh perlindungan dalam proses carsinogenesis usus besar tikus percobaan, menekan perkembangan preneoplastis lesions.

PM-3 (3-[2-dimethyl-8-(3-methyl-2-butenyl)benzopyran]-6-propenoic acid) yang diisolasi dari propolis Brasilia terbukti nyata menghambat pertumbuhan dari sel-sel kanker payudara manusia MCF-7. Efek ini berasosiasi dengan penghambatan progres siklus sel dan induksi apoptosis. Perlakuan sel-sel MCF-7 dengan sel-sel yang diperkaya dengan PM-3 dalam fase G1 dan menghasilkan penurunan level protein cyclin D1 dan cyclin E. PM-3 juga menghambat ekspresi cyclin D1 pada level transkripsional dalam uji assay luciferase, aktivator cyclin D1. Induksi Apoptosis dengan PM-3 terjadi dalam 48 jam setelah perlakuan pada sel-sel MCF 7. Sel-sel MCF-7 yang diberi perlakuan PM-3 menunjukkan penurunan kandungan protein receptor estrogen (ER) dan menghambat aktivitas perangsang elemen respon estrogen (ERE) (Luo et el., 2001).

Aplikasi topikal dari caffeic acid phenethyl ester (CAPE), salah satu kandungan propolis dari sarang lebah, kepada CD-1 tikus yang sebelumnya diinisiasi dengan 7,12-dimethylbenz (anthracene (DMBA)) menghambat promosi tumor yang diinduksi oleh 12-O-tetradecanoylphorbol-13-acetate (TPA) dan pembentukan 5-hydroxymethyl-2’-deoxyuridine (HMdU) dalam DNA epidermal. Hasil perlakuan menunjukkan efek penghambatan potensial dari CAPE pada perangsangan tumor yang terinduksi oleh TPA dan pembentukan HMdU yang terinduksi oleh TPA dalam DNA dari kulit “tikus uji” sama dengan efek penghambatan dari CAPE pada síntesis DNA, RNA dan protein dalam kultur sel-sel HeLa (Huang et al., 1996).

Sembilan zat kimia telah diuji dengan assay 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide pada pertumbuhan buccal mucosal fibroblast (BF), oral submucosal fibroblast (OSF), neck metastasis dari gingival carcinoma (GNM), dan sel-sel squamous cell carcinoma lidah (TSCCa). CAPE dan analog ethyl-nya menunjukkan cytotoxicitas yang signifikan pada sel-sel OSF, GNM, dan TSCCa, tetapi tidak pada sel-sel BF. Hasil-hasil ini menunjukkan potensi senyawa-senyawa seperti CAPE dijadikan sebagai agen chemotherapy untuk mengatasi kanker mulut (Lee et et., 2000).

Propolis lebah madu sangat kaya dengan senyawa-senyawa turunan cinnamic acid. Baccharin dan drupanin dari propolis Brasilia merupakan senyawa turunan cinnamic acid yang mengandung prenyl moeieties. Dewasa ini, dua senyawa terkait turunan cinnamic acid itu terbukti secara in vivo sebagai tumorisida (zat anti tumor) dalam sel-sel penyebab sarcoma S-18 pada tikus. Selanjutnya senyawa-senyawa ini diduga menyebabkan kematian sel-sel tumor dengan sedikit efek samping genotoxic terhadap sel-sel hematopoietic normal dibandingkan dengan obat-obat anti kanker sintetik (Mishima et al., 2005). Chrysin adalah senyawa alami yang aktif secara biologi yang diekstrak dari propolis lebah madu. Senyawa ini menunjukkan potensi sebagai antiinflammation, anti-cancer dan anti-oxidation. Chrysin secara nyata menekan ekspresi COX-2 protein dan mRNA yang terinduksi oleh lipopolysacchadide (LPS) dan tergantung dari dosis yang digunakan. Faktor inti sel untuk IL-6 telah teridentifikasi sebagai penanggung jawab dalam penurunan regulasi COX-2 yang dimediasi oleh chrysin (Woo et al., 2005)

 

 

| sebelumnya | index produk | selanjutnya|

 

Baru dari Warung Biyang Propolis.

PASSIVE INCOME NYATA

dari dunia MLM - Mari BERGABUNG