|
Menu Utama
|
Penyembuhan ala
Melia Nature Indonesia |
|
(1) Melia Propolis
POM: TI 054 616 861 |
|
|
|
(2) Melia Biyang Spray
POM: SI 054 618 411 |
|
|
Links & Online
Alamat
|
 |
|
UANG
PANAS |
 |
|
Tel/Fax: 0251-8634013 |
|
Jl.
Johar I C2/23
Taman Pagelaran
Ciomas - BOGOR
16610 |
 |
|
|
|
|
|
|
|
Efek EEP pada inflammasi kronis telah
dievaluasi dengan tikus
arthritis. Dengan hewan percobaan penderita
inflammatory
kronis, indeks arthritis ditekan dengan perlakuan EEP 50 mg/kg per
hari dan 100 mg/kg/ hari, P.O.). Selanjutnya, kelemahan fisik, yang
terinduksi karena penyakit dapat disembuhkan dengan EEP. Ini
merupakam efek
analgesic EEP yang dapat dibandingkan dengan perlakuan
prednisolone (2,5 mg/kg/hari, P.O.) dan acetyl salicylic acid
(100 mg/kg/hari, P.O.)
Dalam
edema hid-paw tikus
carrageenan,
yang dilakukan uji pengaruh subfraksi EEP, yi, sub-fraksi berminyak
(100 mg/kg, P.O.) menunjukkan pengaruh penghambatan terhadap paw edema
dan EEP (200 mg/kg, P.O.) menunjukkan efek
anti-inflammatory yang
signifikan pada 3 dan 4 jam setelah injeksi carageenan.
Dari hasil-hasil itu, mereka menyimpulkan
bawa ekstrak etanolik propolis (EEP)
memiliki efek anti-inflammatory baik pada inflammatory kronis maupun
akut. (Park dan Kahng, 1999).
Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE) yang
diekstrak dari propolis sarang lebah madu, sudah dibuktikan
menunjukkan efek anti-inflammatory. Sejak diketahui
bahwa T-cells memainkan
peran kunci dalam menjangkitkan berbagai penyakit inflammatory,
Marquez et al. (2004) telah mengevaluasi aktivitas
immunosuppressive dari CAPE pada T-cells manusia, dan menemukan
bahwa senyawa phenolic ini sangat berpotensi menghambat pada tahap
awal dan tahap akhir dari proses
aktivasi T-cell yang dimediasi oleh
T-cell reseptor. Selanjutnya mereka menemukan bahwa CAPE terutama
menghambat kedua interleukin (IL) 2 gen transkripsi dan IL-2-synthesis
dalam T-cells terstimulasi. Untuk karakterisasi lebih
lanjut dari
mekanisme penghambatan CAPE pada tahap aktivitas
transkripsional,
mereka menguji DNA-binding dan aktivitas transkrisional dari faktor
inti (NF)-kB, sel-sel faktor inti yang teraktivasi (NFAT), dan faktor
protein activator-1 (AP-1) transkripsi dalam sel-sel Jurkat. Mereka
menemukan bahwa CAPE menghambat aktivitas NF-kB-dependent
transcription tanpa mempengaruhi degradasi
cytoplasmic NF-kB-inhibitory
protein, IBkB. Meskipun demikian NF-B yang terikat ke DNA dan
aktivitas transkripsional dari protein hybrid Ga14-p65 jelas
terlindungi dalam sel-sel Jurkat yang diberi perlakuan CAPE.
Lebih lanjut diketemukan, bahwa CAPE
menghambat DNA-binding dan aktivitas transcriptional dari NFAT, yang
berkorelasi dengan kemampuan CAPE menghambat phorbol 12-myristate
13-acetate dan deforsforilasi ionomycin-induced NFAT1. Para
peneliti diatas menyatakan bahwa penemuan-penemuan ini melengkapi
pemahaman baru tentang mekanisme molekuler yang membawa aktivitas
immunomodulatori dan anti-inflammatori dari senyawa alami ini (CAPE).
Propolis memiliki efek penghambatan aktivitas myeloperoxidase,
NADPH-oxidase (Volpert dan Elstner, 1996), ornithine
decarboxylase, tyrosineprotein-kinase, dan hyaluronydase
pada “sel-sel batang” babi Guinea (Miyataka et al., 1993).
Deskripsi lengkap dari kerja anti-inflammatory propolis sudah
dipresentasikan oleh Almeida dan Menezes (2002). |
|
|
Baru
dari Warung Biyang Propolis.
PASSIVE INCOME
NYATA
dari dunia MLM -
Mari BERGABUNG |
|
|
| sebelumnya |
index produk
| selanjutnya| |
|